Sunday, 1st July 2012

Saya akan mencoba berbagi pengalaman yang saya dapatkan hari ini :)

Hari ini hari Minggu, namun hari ini sedikit berbeda dengan hari-hari minggu sebelumnya. Hari ini saya minum 3 cangkir kopi dengan rasa yang berbeda-beda dan melalui proses pembuatan yang berbeda-beda pula.

Pagi hari, saya sedikit iseng mencoba Nescafe yang biasanya papa minum. Kopi ini termasuk jenis kopi instan, namun kopi instan yang tidak ditambah dengan gula atau zat aditif apapun. Saya mencoba membuat Nescafe instan ini dengan memasak air terlebih dahulu. Air yang telah saya masak mendidih, saya biarkan kira-kira 1-2 menit agar temperatur air menjadi sekitar 98 derajat Celcius. Setelah itu, saya tuangkan air panas tersebut ke dalam cangkir Nesacafe yang sudah saya masukkan 1 sendok kopi. Setelah saya minum, saya kira masih ada intisari kopi yang  belum benar-benar keluar, sehingga rasa kopi masih belum begitu terasa. Mungkin lain kali saya bisa mencobanya dengan alat khusus pembuat kopi :)

Siang harinya, saya singgal ke Matador Country bersama Veronica Phei. Matador Country merupakan cafe. Saya memesan 1 cangkir Coffee Machiato yang berukuran Tall. Sewaktu saya menunggu, saya iseng melihat apa dilakukan baristanya dan sedikit bertanya mengenai cara membuat kopi yang saya pesan. Ternyata untuk membuat Coffee Machiato itu sendiri diperlukan 2 bahan, yang pertama yaitu kopi tentu saja dan susu murni. Terlebih dahulu susu murni di masukkan ke dalam alat foaming agar diperoleh foam yang akan digunakan untuk membuat kopi tersebut. Foam dibuat dengan menembakkan steam ke dalam susu. Selanjutnya bubuk kopi yang digunakan dipress dengan menggunakan mesin agar diperoleh intisari dari kopi tersebut. Intisari dari kopi inilah yang akan dicampurkan dengan susu dan foam susu yang telah dibuat tersebut. Gambar alat untuk mempress kopi dapat dilihat pada gambar di atas.

Malam harinya saya lebih iseng lagi. Saya mengajak papa ke Fountain karena saya penasaran dengan Japanese Coffee yang merupakan salah satu menu kopi andalan di Fountain. Saya memesan Japanese Coffee dan saya juga meminta izin kepada pelayannya agar saya dapat melihat langsung cara membuatnya. Japanese Coffee bukan kopi yang dihasilkan dari Jepang. Saya kira Japanese Coffee dibuat dari kopi arabika (karena tidak terlalu pahit) yang berasal dari Sumatera (rasanya sedikit asam). Kopi ini dibuat dengan melewatkan steam ke pori-pori yang telah dipadati oleh bubuk kopi selama 45 detik. Kemudian steam tersebut akan mengkondensasi dan melarutkan intisari kopi tersebut. Saya kira sedikit gambaran peralatan dalam membuat Japanese Coffee dapat dilihat pada gambar berikut.